Pages

SMPN 6 Mojokerto Sekolah Adi Wiyata

Dengan menjadi sekolah Adi Wiyata, SMPN 6 Mojokerto memiliki visi dan misi untuk mewujudkan sekolah yang berbudaya lingkungan.

Prestasi SMPN 6 Mojokerto

Banyak prestasi yang telah diraih SMPN 6 Mojokerto pada tahun pelajaran 2012-2013, salah satu diantaranya adalah menjadi juara ke-2 turnamen bola voli tingkat Kota Mojokerto.

Motto SMPN 6 Mojokerto

Dengan motto "Keep Clean and Green", SMPN 6 menjadi sekolah yang memperhatikan lingkungan dan berbudaya lingkungan.

Green House

Melalui green house, semua warga SMPN 6 Mojokerto berusaha untuk melestarikan keanekaragaman hayati di sekolah.

Kebun Toga

Dengan adanya kebun toga di SMPN 6, maka siswa akan mengetahui manfaat tanaman toga untuk kesehatan.

Kamis, 06 Maret 2014

MEMBUAT SARINGAN AIR SEDERHANA

Untuk pembuatan saringan air sederhana, kita dapat menggunakan cadas, tanah liat, bambu dan arang aktif atau pun dengan ijuk+pasir+dst. Pada kesempatan kali ini, akan dibahas pembuatan saringan menggunakan ijuk+pasir+dst. Cara membuat saringan ini cukup mudah, saringan dimulai dengan membuat lapisan pasir, ijuk, arang aktif, pasir dan batu seperti yang terlihat pada gambar. Hasilnya air yang awalnya keruh, akan menjadi jernih....Silahkan dicoba!
 
Untuk pembuatan saringan air sederhana, kita dapat menggunakan cadas, tanah liat, bambu dan arang aktif atau pun dengan ijuk+pasir+dst. Pada kesempatan kali ini, akan dibahas pembuatan saringan menggunakan ijuk+pasir+dst. Cara membuat saringan ini cukup mudah, saringan dimulai dengan membuat lapisan pasir, ijuk, arang aktif, pasir dan batu seperti yang terlihat pada gambar. Hasilnya air yang awalnya keruh, akan menjadi jernih....Silahkan dicoba!
 

CARA MUDAH MEMBUAT KOMPOSTER

Foto Danang Teguh Santoso.
Cara Mudah Membuat Komposter :
Membuat komposter sendiri di rumah dapat menggunakan berbagai wadah yang terdapat di rumah kita seperti ember, gentong, tong plastik, drum dan sebagainya. Cara membuatnya mudah. Kalau komposter dibuat sendiri, biayanya menjadi lebih murah. Berikut ini akan disampaikan tata cara pembuatan salah satu bentuk komposter yang sudah teruji aplikasinya. Bahannya terbuat dari tong plastik dari jenis HDPE sehingga cukup kuat dan awet. Jenis komposter ini kalau dibeli harganya dapat mencapai Rp. 150 ribu lebih. Hanya saja pembuatan komposter lebih cocok dilakukan oleh bapak-bapak di rumah, bukan oleh ibu, karena membutuhkan keterampilan dan ‘kerja’ kaum lelaki. Komposter tersebut didisain untuk dapat digunakan secara mudah bagi ibu-ibu rumah tangga oleh Pusat Teknologi Lingkungan (BPPT) dan telah diujicoba oleh proyek JBIC (Japan Bank for International Cooperation) pada tahun 2007 dengan hasil yang baik di wilayah RW 01 Kelurahan Cempaka Putih Timur (Jakarta Pusat). Pada tahun 2008 masyarakat di wilayah tersebut bahkan telah mereplikasi sekitar 100 komposter dalam rangka untuk produksi kompos yang bersifat komersial untuk meningkatkan penghasilan keluarga. Pada tahun 2009, komposter tersebut juga diaplikasikan di RW 03 Kelurahan Rawajati dengan jumlah sekitar 110 komposter dalam rangka produksi kompos untuk media tanam jahe merah.
 
Foto Danang Teguh Santoso.

Bahan • Tong plastik dan tutupnya • Styrofoam (gabus) bekas packaging • Net (jaring) • Karpet • Kompos Peralatan • Bor listrik/solder/paku • Spidol • Gunting/Cutter

Cara Membuat Komposter Kunci utama proses komposting adalah adanya aerasi yang baik. Oleh karena itu pada komposter sebaiknya terdapat lubang-lubang ventilasi. Lubang ventilasi dapat dibuat dengan cara mengebornya atau melubanginya dengan solder listrik atau paku yang dipanaskan.
Caranya adalah sebagai berikut: • Buatlah pola lubang dengan spidol di bagian dasar dan dinding komposter. Pola lubang pada dasar komposter dibuat melingkar dengan jarak antar lubang sekitar 4 cm. • Sedangkan pola lubang pada dinding komposter adalah sebagai berikut: • Dengan solder atau bor (dengan mata bor berdiameter 0,5 – 1 cm), lubangilah pola-pola tersebut secara hati-hati dan rapi.

Cara Membuat Bantalan :
Bantalan komposter dibuat dari bahan styrofoam bekas, dengan cara sebagai berikut: • Potong-potonglah styrofoam bekas berukuran 2 cm secukupnya. • Potongan-potongan styrofoam tersebut kemudian dimasukkan ke dalam jaring agar tidak tercerai-berai. Ukuran jaring berisi potongan styrofoam disesuaikan dengan diameter komposter. • Bantalan yang sudah jadi tersebut kemudian diletakkan di dasar komposter.
Catatan : • Kalau tidak ada jaring, dapat pula digunakan karung bawang putih atau shading net (jaring peneduh). • Untuk bahan bantalannya, kalau tidak ada styrofoam, dapat pula digunakan ijuk, sabut kelapa, atau kulit padi. Gunakan material yang mudah di dapat di sekitar rumah. Cara Membuat Pelapis Bantalan dan Selimut Atas • Buatlah pola melingkar pada lembaran karpet dengan bantuan tutup tong plastik dan spidol. • Guntinglah karpet menurut polanya. • Buatlah dua buah. • Salah satunya dilubangi secara merata sebagai pelapis di atas bantalan. Yang satunya tidak perlu dilubangi, digunakan sebagai selimut penutup sampah yang sedang dikomposkan.

Penyusunan Bagian-bagian Komposter • Bantalan styrofoam diletakan di bagian dasar • Di atasnya ditaruh karpet pembatas yang berlubang-lubang • Di atas karpet, ditaruh kompos • Karpet selimut ditaruh paling atas (diatas sampah yang sedang dikomposkan). Peralatan Pendukung Peralatan komposting sampah rumah tangga, selain komposter, adalah : • Gunting atau golok (digunakan untuk mencacah sampah). • Cetok (digunakan untuk membolik-balik kompos. • Tatakan (untuk wadah sampah yang sudah tercacah sebelum dimasukkan ke komposter).
 

PERBEDAAN AIR TERCEMAR DAN AIR TIDAK TERCEMAR

Air merupakan unsur kehidupan yang sangat dibutuhkan makhluk hidup di bumi ini khususnya bagi kehidupan manusia, tumbuhan dan hewan. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui perbedaan antara air yang tercemar dan air tidak tercemar. Bisa Anda bayangkan jika air yang kita konsumsi sehari-hari tercemar, maka akan banyak penyakit yang timbul dan bahkan mengakibatkan kematian dan akan mengganggu rantai makanan kita.
Berikut ini kita perlu mengetahui indikator-indikator apa yang perlu diperhatikan untuk membedakan air tercemar dan air tidak tercemar ini.
Ada banyak indikator yang menunjukkan tingkat pencemaran air tanah, yang harus dilakukan di laboratorium. Namun secara sederhana air tanah yang tercemar juga bisa dikenali lewat pengamatan fisik. Untuk mendapatkan air tanah dengan kualitas baik, sumur harus dibuat dengan kedalaman tertentu.
Sumur yang terlalu dangkal akan terisi air permukaan, yang lebih mudah terkontaminasi oleh cemaran atau polutan. Sumber pencemaran terdiri dari polutan alami (mineral dan mikroorganisme) serta polutan buatan. Polutan buatan manusia seperti residu (sisa) bahan kimia umumnya lebih berbahaya dibandingkan polutan alami. Polutan buatan bisa datang dari limbah rumah tangga, industri maupun pertanian.
Dari rumah tangga antara lain berupa air sabun bekas cucian. Dari industri lebih beragam, sementara dari pertanian antara lain pupuk dan pestisida. Air bersih yang layak untuk dikonsumsi seharusnya tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Adanya pencemaran menyebabkan perubahan pada sifat tersebut.
Tanda-tanda bahwa air tanah sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik. Beberapa di antaranya seprti dikutip dari Indiastudychannel, Selasa (25/5/2010) adalah:
  1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.
  2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.
  3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.
  4. Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.
  5. Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.
  6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.
Nah setelah kita sudah mampu membedakan antara air yang terceman dan yang tidak tercemar, kita dapat terhindar dari penyakit-penyakit dan bahkan kita dapat mencegahnya dengan selalu menjaga lingkungan kita. (sumber: detikhealth)