Cara Budidaya Sansevieria :
Sebagai tanaman hias sansevieria sangat mudah dirawat, tak membutuhkan banyak lahan, & bisa berfungsi sebagai penyerap polutan. Ketiganya, sifat utama sansevieria memenuhi kriteria terhadap tuntutan masyarakat semakin sibuk, tak punya lahan luas, serta sarat dgn polusi.
Alasan kenapa tanaman ini mempunyai banyak ragam, karena perbanyakan dilakukan pada tanaman ini tak selalu menghasilkan jenis sama dgn induknya. Kecantikan sansevieria ditunjukkan dr ragam jenis, bentuk, ukuran, & warna daun. Ragam jenis ada di alam tak hanya diperolh dr persilangan tanaman tetapi juga karena mutasi. Tanaman ini mudah mengalami mutasi, bahkan saat dilakukan pengembang biakan melalui stek daun, seharusnya anakan akan seperti induknya namun pada sansevieria akan sering terjadi mutasi hingga anaknya berbeda dgn induknya.
Sebagai tanaman hias sansevieria sangat mudah dirawat, tak membutuhkan banyak lahan, & bisa berfungsi sebagai penyerap polutan. Ketiganya, sifat utama sansevieria memenuhi kriteria terhadap tuntutan masyarakat semakin sibuk, tak punya lahan luas, serta sarat dgn polusi.
Alasan kenapa tanaman ini mempunyai banyak ragam, karena perbanyakan dilakukan pada tanaman ini tak selalu menghasilkan jenis sama dgn induknya. Kecantikan sansevieria ditunjukkan dr ragam jenis, bentuk, ukuran, & warna daun. Ragam jenis ada di alam tak hanya diperolh dr persilangan tanaman tetapi juga karena mutasi. Tanaman ini mudah mengalami mutasi, bahkan saat dilakukan pengembang biakan melalui stek daun, seharusnya anakan akan seperti induknya namun pada sansevieria akan sering terjadi mutasi hingga anaknya berbeda dgn induknya.

MEDIA
Pemilihan media dilakukan dgnmempertimbangkan beberapa hal yaseperti ituketinggian tempat, ketersediaan bahan, & iklim. Syarat utama media untuk sansevieria ; porous. Adapun alternative pilihan ; sebagai berikut :
1. Pasir malang : tanah : pupuk organic : bahan organik (arang sekam, cocopeat atau cacahan pakis) 2 :1 : 1 : 1
2. Pasir malang : sekam bakar 2 : 1
3. Sekam bakar : pasir malang : pupuk kandang 1 : 1 : 1 atau 1 : 2 : 1
4. Sekam bakar : pasir malang : pakis 2 : 1 : 1
PERBANYAKAN
Sansevieria bisa diperbanyak secara generatif dgn perkawinan bunga untuk mendapatkan hybrid baru tetapi memerlukan waktu lama dalam pembungaan & pemasakan biji. Selain itu, perbanyakan bisa pula dilakukan secara vegetatif, cara ini sering banyak dilakukan. Diantaranya, dgn pisah anakan, stek daun, potong pucuk, cacah daun, cabut pucuk, stek rimpang, & kultur jaringan.
1. Pisah anakan adalah cara konvensional. Anakan dipisah setelah 2-4 bulan. Pada bagian terpotong diolesi fungisida & zat perangsang akar, setelah ditanam disimpan di tempat teduh.
2. Stek daun bisa dilakukan pada daun tua. Stek daun mampu menghasilkan anakan berbeda dgninduknya. Pada jenis sansevieria memiliki kombinasi warna kuning & hijau, perbanyakan stek daun umumnya menghasilkan anakan berdaun hijau. Daun dipotong 5-10 cm dicelupkan kedalam zat perangsang akar, ditanam 1-1,5 cm disiram & ditempatkan di tempat teduh. Tunas anakan muncul setelah berumur 3-4 bulan.
3. Potong pucuk untuk sansevieria berdaun pendek dgndaun minimal 12 daun, dgnmemotong pucuk minimal 3-4 daun & dijaga agar daun satu dgnlainnya tetap melekat, dioles fungisida & zat perangsang akar kemudian ditanam, disimpan ditempat teduh. Selang 1 bulan akan keluar 2-3 anakan.
4. Cacah daun dilakukan dgncara memotong-motong daun sansevieria dalam ukuran kecil yaseperti itu5 cm & jumlah banyak. Bagian daun mulai dr ujung sampai ke pangkal digunakan untuk perbanyakan. Setelah 4-5 bulan atau memiliki 3 daun maka anakan siap dipisah.
5. Teknik cabut pucuk cocok untuk sansevieria berdaun renggang. Caranya dgnmencabut daun termuda dgnmenggunakan tangan, 1 bulan akan keluar 1-3 anakan.
6. Stek rimpang dilakukan dgnmemotong-motong rimpang tua, setiap potongan harus memiliki satu mata tunas, diolesi fungisida & zat perangsang akar kemudian ditanam.
7. Metode kultur jaringan digunakan untuk melestarikan jenis sansevieria langka & memiliki tingkat pertumbuhan lambat. Eksplan biasa digunakan ; tunas pucuk, tunas lateral pada bonggol atau pucuk rimpang.
Pemilihan media dilakukan dgnmempertimbangkan beberapa hal yaseperti ituketinggian tempat, ketersediaan bahan, & iklim. Syarat utama media untuk sansevieria ; porous. Adapun alternative pilihan ; sebagai berikut :
1. Pasir malang : tanah : pupuk organic : bahan organik (arang sekam, cocopeat atau cacahan pakis) 2 :1 : 1 : 1
2. Pasir malang : sekam bakar 2 : 1
3. Sekam bakar : pasir malang : pupuk kandang 1 : 1 : 1 atau 1 : 2 : 1
4. Sekam bakar : pasir malang : pakis 2 : 1 : 1
PERBANYAKAN
Sansevieria bisa diperbanyak secara generatif dgn perkawinan bunga untuk mendapatkan hybrid baru tetapi memerlukan waktu lama dalam pembungaan & pemasakan biji. Selain itu, perbanyakan bisa pula dilakukan secara vegetatif, cara ini sering banyak dilakukan. Diantaranya, dgn pisah anakan, stek daun, potong pucuk, cacah daun, cabut pucuk, stek rimpang, & kultur jaringan.
1. Pisah anakan adalah cara konvensional. Anakan dipisah setelah 2-4 bulan. Pada bagian terpotong diolesi fungisida & zat perangsang akar, setelah ditanam disimpan di tempat teduh.
2. Stek daun bisa dilakukan pada daun tua. Stek daun mampu menghasilkan anakan berbeda dgninduknya. Pada jenis sansevieria memiliki kombinasi warna kuning & hijau, perbanyakan stek daun umumnya menghasilkan anakan berdaun hijau. Daun dipotong 5-10 cm dicelupkan kedalam zat perangsang akar, ditanam 1-1,5 cm disiram & ditempatkan di tempat teduh. Tunas anakan muncul setelah berumur 3-4 bulan.
3. Potong pucuk untuk sansevieria berdaun pendek dgndaun minimal 12 daun, dgnmemotong pucuk minimal 3-4 daun & dijaga agar daun satu dgnlainnya tetap melekat, dioles fungisida & zat perangsang akar kemudian ditanam, disimpan ditempat teduh. Selang 1 bulan akan keluar 2-3 anakan.
4. Cacah daun dilakukan dgncara memotong-motong daun sansevieria dalam ukuran kecil yaseperti itu5 cm & jumlah banyak. Bagian daun mulai dr ujung sampai ke pangkal digunakan untuk perbanyakan. Setelah 4-5 bulan atau memiliki 3 daun maka anakan siap dipisah.
5. Teknik cabut pucuk cocok untuk sansevieria berdaun renggang. Caranya dgnmencabut daun termuda dgnmenggunakan tangan, 1 bulan akan keluar 1-3 anakan.
6. Stek rimpang dilakukan dgnmemotong-motong rimpang tua, setiap potongan harus memiliki satu mata tunas, diolesi fungisida & zat perangsang akar kemudian ditanam.
7. Metode kultur jaringan digunakan untuk melestarikan jenis sansevieria langka & memiliki tingkat pertumbuhan lambat. Eksplan biasa digunakan ; tunas pucuk, tunas lateral pada bonggol atau pucuk rimpang.






0 komentar:
Posting Komentar