Pages

SMPN 6 Mojokerto Sekolah Adi Wiyata

Dengan menjadi sekolah Adi Wiyata, SMPN 6 Mojokerto memiliki visi dan misi untuk mewujudkan sekolah yang berbudaya lingkungan.

Prestasi SMPN 6 Mojokerto

Banyak prestasi yang telah diraih SMPN 6 Mojokerto pada tahun pelajaran 2012-2013, salah satu diantaranya adalah menjadi juara ke-2 turnamen bola voli tingkat Kota Mojokerto.

Motto SMPN 6 Mojokerto

Dengan motto "Keep Clean and Green", SMPN 6 menjadi sekolah yang memperhatikan lingkungan dan berbudaya lingkungan.

Green House

Melalui green house, semua warga SMPN 6 Mojokerto berusaha untuk melestarikan keanekaragaman hayati di sekolah.

Kebun Toga

Dengan adanya kebun toga di SMPN 6, maka siswa akan mengetahui manfaat tanaman toga untuk kesehatan.

Kamis, 06 Maret 2014

MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI

Pakar gizi dan kesehatan menyatakan makanan olahan termasuk siap saji, dalam kemasan dan makanan beku, tidak bagus untuk kesehatan. Salah satu alasan mereka penyebab kunci obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung dan stroke.

Hanya saja konsumen sering tak tahan untuk membeli karena selain enak, nyaman dan memudahkan, harganya juga terjangkau. Paling tidak Anda mesti membatasi tipe makanan satu ini. Jadi apa sih yang buruk dari makanan olahan? Berikut alasan dari pakar gizi Rose Reisman seperti dilansir oleh Real Age,

1. Sebagain besar mengandung sodium, lemak, lemak jenuh, kalori dan gula berlebihan.
2. Tipe makanan olahan kerap mengandung sedikit gizi tapi memiliki bahan-bahan bersifat racun.
3. Aditif yang diberikan untuk memperkuat rasa dan membuat lebih tahan lama mempengaruhi indera perasa sehingga   mereka yang gemar mengonsumsi makanan olahan cenderung kecanduan lemak, gula dan garam.
4. Besar kemungkinan ada bahan-bahan tersembunyi yang tidak dicantumkan dalam label, terutama bila berasal dari negara-negara lain di mana pelabelan tidak diatur.
5. Makanan olahan sering kali dikemas sehingga memberi dampak pula kepada lingkungan
6. Makanan olahan meningkatkan obesitas pada anak, menurunkan rentang hidup mereka dan juga meningkatkan biaya kesehatan.

Mau tahu lebih lanjut?

  • Kacang-kacang yang diolah memiliki kadar sodium tinggi dan kerap mengandung MSG
  • Es krim bebas lemak juga butuh pengemulsi yang mengubah tekstur dan rasa sehingga butuh lebih banyak gula untuk memperkuat rasa, itu berarti tidak mungkin sedikit kalori.
  • Makanan di supermarket mengandung garam dan penguat rasa berlebihan.
  • Makanan olahan dari daging dan produk beku sering kali dimasak dalam rendaman sodium tinggi dan sering kali disuntik dengan larutan sodium demi membuat daging tetap lembab.
  • Biji-bijian dalam kemasan sering mengandung rasa dengan sodium berlebih.
  • Keju cottage bebas lemak juga mengandung garam berlebihan demi mendapatkan konsistensi dadih dan gandum.

Kalau toh Anda harus membeli, pastikan hanya mengambil sesuai kebutuhan, jangan terlalu sering dan sebisa mungkin kurangi dan hindari.


Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

12 LANGKAH MENGHEMAT ENERGI

12 Langkah Sederhana Menghemat Energi


Perkembangan zaman dan kemampuan berfikir manusia dalam menciptakan teknologi memungkinkan kehidupa manusia menjadi mudah dan nyaman. Keberadaan alat seperti mobil, motor, lampu, televisi, kulkas, komputer dan sebagainya. Disisi lain, penggunaan yang berlebihan dan pertambahan populasi penduduk juga dapat meningkatkan kebutuhan energi.
Diperkirahan bahwa 90% pembangkit listrik bersumber dari bahan bakar minyak dan batubara. Akhir-akhir ini sudah menjadi gejala menuju krisis energi dan bahan bakar serta makin tingginya harga minyak dunia. Pada situasi demikian, hal yang sebaiknya dilkukan adalah dengan melakukan penghematan energi atau penciptaan energi alternatif yang ramah lingkungan. Apabila dilakukan penghematan energi maka kita dapat menghemat biaya dan mengurangi dampak negatif dari emisi yang dihasilkan dari penggunaan energi yang berlebihan.
Berikut ini diuraikan langkah nyata sederhana dalam kehidupan sehari-hari untuk menghemat energi.
  1. Menggunakan lampu hemat energi misalnya lampu neon yan glebih bersifat hemat energi daripada lampu bohlem. Disiang hari dapat menggunakan penerang alami secara optima.
  2. Membentuk perilaku dan kebiasaan diri untuk menggunakan listrik saat diperlukan, secara bergantian, dan tidak berlebihan.
  3. Mematikan televisi, keran air, komputer atau lampu jika sudah tidak digunakan.
  4. Jika memungkinkan untuk mengeringkan pakaian secara alami di bawah sinar matahari.
  5. Menggunakan alat rumah tangga atau kantor yang bersifat hemat energi dan ramah lingkungan, seperti pendingin ruangan dan kulkas dengan freon ayng ramah lingkungan
  6. Mengefisienkan pemakaian energi di tempat umum, seperti di pusat perbelanjaan, perkantoran, terminal, jalan raya, bandara, stasiun dan sebagainya.
  7. Mengdesain rumah atau gedugn hemat energi, misalnya pencahayaan yang baik dengan cukup ventilasi, sehingga mengurangi penggunaan lampu di siang hari, mempergunakan bahan atap bangunan yang dapat mendinginkan suhu di dalam ruangan seperti atap berbahan tanah atau keramik, menaruh tanaman hias di dalam rumah untuk menyejukkan udara di dalam ruangan dan sebagainya.
  8. Pemerintah meyediakan fasilitas kendaraan umum massal secara efektif dan efisien.
  9. Pemerintah menyusun kebijakan dan memberikan penghargaan atau apresiasi positif atas segala upaya atau inovasi penghematan energi.
  10. Mensosialisasikan kegiatan-kegiatan yang bersifat menghemat energi.
  11. Memakai jenis pakainan yang nyaman dan sesuai kondisi cuaca dan suhu udara, sehingga mengurangi penggunaan energi untuk pendingin atau pemanas ruangan
  12. Mengembangkan dan melakukan penelitian untuk energi alternatif, misalnya energi biodiesel.
Oleh karena itu, sebaiknya kita memulai menghemat penggunaan energi di manapun kita berada, dirumah di sekolah, ditempat kerja dan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, bumi menjadi tempat tinggal yang nyaman dan lestari untuk anak dan cucu kita kelak.

Sumber: Pendidikan Lingkungan Hidup SMP/MTS Kelas VII jilid 1

CARA BUDIDAYA SANSEVIERIA

Foto Danang Teguh Santoso.
Cara Budidaya Sansevieria :
Sebagai tanaman hias sansevieria sangat mudah dirawat, tak membutuhkan banyak lahan, & bisa berfungsi sebagai penyerap polutan. Ketiganya, sifat utama sansevieria memenuhi kriteria terhadap tuntutan masyarakat semakin sibuk, tak punya lahan luas, serta sarat dgn polusi.

Alasan kenapa tanaman ini mempunyai banyak ragam, karena perbanyakan dilakukan pada tanaman ini tak selalu menghasilkan jenis sama dgn induknya. Kecantikan sansevieria ditunjukkan dr ragam jenis, bentuk, ukuran, & warna daun. Ragam jenis ada di alam tak hanya diperolh dr persilangan tanaman tetapi juga karena mutasi. Tanaman ini mudah mengalami mutasi, bahkan saat dilakukan pengembang biakan melalui stek daun, seharusnya anakan akan seperti induknya namun pada sansevieria akan sering terjadi mutasi hingga anaknya berbeda dgn induknya. 

Foto Danang Teguh Santoso. Foto Danang Teguh Santoso.
 
MEDIA
Pemilihan media dilakukan dgnmempertimbangkan beberapa hal yaseperti ituketinggian tempat, ketersediaan bahan, & iklim. Syarat utama media untuk sansevieria ; porous. Adapun alternative pilihan ; sebagai berikut :
1. Pasir malang : tanah : pupuk organic : bahan organik (arang sekam, cocopeat atau cacahan pakis) 2 :1 : 1 : 1
2. Pasir malang : sekam bakar 2 : 1
3. Sekam bakar : pasir malang : pupuk kandang 1 : 1 : 1 atau 1 : 2 : 1
4. Sekam bakar : pasir malang : pakis 2 : 1 : 1

PERBANYAKAN
Sansevieria bisa diperbanyak secara generatif dgn perkawinan bunga untuk mendapatkan hybrid baru tetapi memerlukan waktu lama dalam pembungaan & pemasakan biji. Selain itu, perbanyakan bisa pula dilakukan secara vegetatif, cara ini sering banyak dilakukan. Diantaranya, dgn pisah anakan, stek daun, potong pucuk, cacah daun, cabut pucuk, stek rimpang, & kultur jaringan.
1. Pisah anakan adalah cara konvensional. Anakan dipisah setelah 2-4 bulan. Pada bagian terpotong diolesi fungisida & zat perangsang akar, setelah ditanam disimpan di tempat teduh.
2. Stek daun bisa dilakukan pada daun tua. Stek daun mampu menghasilkan anakan berbeda dgninduknya. Pada jenis sansevieria memiliki kombinasi warna kuning & hijau, perbanyakan stek daun umumnya menghasilkan anakan berdaun hijau. Daun dipotong 5-10 cm dicelupkan kedalam zat perangsang akar, ditanam 1-1,5 cm disiram & ditempatkan di tempat teduh. Tunas anakan muncul setelah berumur 3-4 bulan.
3. Potong pucuk untuk sansevieria berdaun pendek dgndaun minimal 12 daun, dgnmemotong pucuk minimal 3-4 daun & dijaga agar daun satu dgnlainnya tetap melekat, dioles fungisida & zat perangsang akar kemudian ditanam, disimpan ditempat teduh. Selang 1 bulan akan keluar 2-3 anakan.
4. Cacah daun dilakukan dgncara memotong-motong daun sansevieria dalam ukuran kecil yaseperti itu5 cm & jumlah banyak. Bagian daun mulai dr ujung sampai ke pangkal digunakan untuk perbanyakan. Setelah 4-5 bulan atau memiliki 3 daun maka anakan siap dipisah.
5. Teknik cabut pucuk cocok untuk sansevieria berdaun renggang. Caranya dgnmencabut daun termuda dgnmenggunakan tangan, 1 bulan akan keluar 1-3 anakan.
6. Stek rimpang dilakukan dgnmemotong-motong rimpang tua, setiap potongan harus memiliki satu mata tunas, diolesi fungisida & zat perangsang akar kemudian ditanam.
7. Metode kultur jaringan digunakan untuk melestarikan jenis sansevieria langka & memiliki tingkat pertumbuhan lambat. Eksplan biasa digunakan ; tunas pucuk, tunas lateral pada bonggol atau pucuk rimpang.

MEMBUAT SARINGAN AIR SEDERHANA

Untuk pembuatan saringan air sederhana, kita dapat menggunakan cadas, tanah liat, bambu dan arang aktif atau pun dengan ijuk+pasir+dst. Pada kesempatan kali ini, akan dibahas pembuatan saringan menggunakan ijuk+pasir+dst. Cara membuat saringan ini cukup mudah, saringan dimulai dengan membuat lapisan pasir, ijuk, arang aktif, pasir dan batu seperti yang terlihat pada gambar. Hasilnya air yang awalnya keruh, akan menjadi jernih....Silahkan dicoba!
 
Untuk pembuatan saringan air sederhana, kita dapat menggunakan cadas, tanah liat, bambu dan arang aktif atau pun dengan ijuk+pasir+dst. Pada kesempatan kali ini, akan dibahas pembuatan saringan menggunakan ijuk+pasir+dst. Cara membuat saringan ini cukup mudah, saringan dimulai dengan membuat lapisan pasir, ijuk, arang aktif, pasir dan batu seperti yang terlihat pada gambar. Hasilnya air yang awalnya keruh, akan menjadi jernih....Silahkan dicoba!
 

CARA MUDAH MEMBUAT KOMPOSTER

Foto Danang Teguh Santoso.
Cara Mudah Membuat Komposter :
Membuat komposter sendiri di rumah dapat menggunakan berbagai wadah yang terdapat di rumah kita seperti ember, gentong, tong plastik, drum dan sebagainya. Cara membuatnya mudah. Kalau komposter dibuat sendiri, biayanya menjadi lebih murah. Berikut ini akan disampaikan tata cara pembuatan salah satu bentuk komposter yang sudah teruji aplikasinya. Bahannya terbuat dari tong plastik dari jenis HDPE sehingga cukup kuat dan awet. Jenis komposter ini kalau dibeli harganya dapat mencapai Rp. 150 ribu lebih. Hanya saja pembuatan komposter lebih cocok dilakukan oleh bapak-bapak di rumah, bukan oleh ibu, karena membutuhkan keterampilan dan ‘kerja’ kaum lelaki. Komposter tersebut didisain untuk dapat digunakan secara mudah bagi ibu-ibu rumah tangga oleh Pusat Teknologi Lingkungan (BPPT) dan telah diujicoba oleh proyek JBIC (Japan Bank for International Cooperation) pada tahun 2007 dengan hasil yang baik di wilayah RW 01 Kelurahan Cempaka Putih Timur (Jakarta Pusat). Pada tahun 2008 masyarakat di wilayah tersebut bahkan telah mereplikasi sekitar 100 komposter dalam rangka untuk produksi kompos yang bersifat komersial untuk meningkatkan penghasilan keluarga. Pada tahun 2009, komposter tersebut juga diaplikasikan di RW 03 Kelurahan Rawajati dengan jumlah sekitar 110 komposter dalam rangka produksi kompos untuk media tanam jahe merah.
 
Foto Danang Teguh Santoso.

Bahan • Tong plastik dan tutupnya • Styrofoam (gabus) bekas packaging • Net (jaring) • Karpet • Kompos Peralatan • Bor listrik/solder/paku • Spidol • Gunting/Cutter

Cara Membuat Komposter Kunci utama proses komposting adalah adanya aerasi yang baik. Oleh karena itu pada komposter sebaiknya terdapat lubang-lubang ventilasi. Lubang ventilasi dapat dibuat dengan cara mengebornya atau melubanginya dengan solder listrik atau paku yang dipanaskan.
Caranya adalah sebagai berikut: • Buatlah pola lubang dengan spidol di bagian dasar dan dinding komposter. Pola lubang pada dasar komposter dibuat melingkar dengan jarak antar lubang sekitar 4 cm. • Sedangkan pola lubang pada dinding komposter adalah sebagai berikut: • Dengan solder atau bor (dengan mata bor berdiameter 0,5 – 1 cm), lubangilah pola-pola tersebut secara hati-hati dan rapi.

Cara Membuat Bantalan :
Bantalan komposter dibuat dari bahan styrofoam bekas, dengan cara sebagai berikut: • Potong-potonglah styrofoam bekas berukuran 2 cm secukupnya. • Potongan-potongan styrofoam tersebut kemudian dimasukkan ke dalam jaring agar tidak tercerai-berai. Ukuran jaring berisi potongan styrofoam disesuaikan dengan diameter komposter. • Bantalan yang sudah jadi tersebut kemudian diletakkan di dasar komposter.
Catatan : • Kalau tidak ada jaring, dapat pula digunakan karung bawang putih atau shading net (jaring peneduh). • Untuk bahan bantalannya, kalau tidak ada styrofoam, dapat pula digunakan ijuk, sabut kelapa, atau kulit padi. Gunakan material yang mudah di dapat di sekitar rumah. Cara Membuat Pelapis Bantalan dan Selimut Atas • Buatlah pola melingkar pada lembaran karpet dengan bantuan tutup tong plastik dan spidol. • Guntinglah karpet menurut polanya. • Buatlah dua buah. • Salah satunya dilubangi secara merata sebagai pelapis di atas bantalan. Yang satunya tidak perlu dilubangi, digunakan sebagai selimut penutup sampah yang sedang dikomposkan.

Penyusunan Bagian-bagian Komposter • Bantalan styrofoam diletakan di bagian dasar • Di atasnya ditaruh karpet pembatas yang berlubang-lubang • Di atas karpet, ditaruh kompos • Karpet selimut ditaruh paling atas (diatas sampah yang sedang dikomposkan). Peralatan Pendukung Peralatan komposting sampah rumah tangga, selain komposter, adalah : • Gunting atau golok (digunakan untuk mencacah sampah). • Cetok (digunakan untuk membolik-balik kompos. • Tatakan (untuk wadah sampah yang sudah tercacah sebelum dimasukkan ke komposter).
 

PERBEDAAN AIR TERCEMAR DAN AIR TIDAK TERCEMAR

Air merupakan unsur kehidupan yang sangat dibutuhkan makhluk hidup di bumi ini khususnya bagi kehidupan manusia, tumbuhan dan hewan. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui perbedaan antara air yang tercemar dan air tidak tercemar. Bisa Anda bayangkan jika air yang kita konsumsi sehari-hari tercemar, maka akan banyak penyakit yang timbul dan bahkan mengakibatkan kematian dan akan mengganggu rantai makanan kita.
Berikut ini kita perlu mengetahui indikator-indikator apa yang perlu diperhatikan untuk membedakan air tercemar dan air tidak tercemar ini.
Ada banyak indikator yang menunjukkan tingkat pencemaran air tanah, yang harus dilakukan di laboratorium. Namun secara sederhana air tanah yang tercemar juga bisa dikenali lewat pengamatan fisik. Untuk mendapatkan air tanah dengan kualitas baik, sumur harus dibuat dengan kedalaman tertentu.
Sumur yang terlalu dangkal akan terisi air permukaan, yang lebih mudah terkontaminasi oleh cemaran atau polutan. Sumber pencemaran terdiri dari polutan alami (mineral dan mikroorganisme) serta polutan buatan. Polutan buatan manusia seperti residu (sisa) bahan kimia umumnya lebih berbahaya dibandingkan polutan alami. Polutan buatan bisa datang dari limbah rumah tangga, industri maupun pertanian.
Dari rumah tangga antara lain berupa air sabun bekas cucian. Dari industri lebih beragam, sementara dari pertanian antara lain pupuk dan pestisida. Air bersih yang layak untuk dikonsumsi seharusnya tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Adanya pencemaran menyebabkan perubahan pada sifat tersebut.
Tanda-tanda bahwa air tanah sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik. Beberapa di antaranya seprti dikutip dari Indiastudychannel, Selasa (25/5/2010) adalah:
  1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.
  2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.
  3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.
  4. Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.
  5. Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.
  6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.
Nah setelah kita sudah mampu membedakan antara air yang terceman dan yang tidak tercemar, kita dapat terhindar dari penyakit-penyakit dan bahkan kita dapat mencegahnya dengan selalu menjaga lingkungan kita. (sumber: detikhealth)

Senin, 10 Februari 2014

KEGIATAN MEMBATIK DI SMPN 6

Kegiatan membatik di SMPN 6 Mojokerto dibimbing oleh Ibu Sasmi Larassaty, S.Pd. Hasil karya batik anak SMPN 6 Mojokerto juga sudah banyak dibeli oleh Ibu Guru dan pengunjung. Berikut ini foto kegiatan membatik di SMPN 6 Mojokerto :




 

KEGIATAN KERJA BAKTI JUMAT BERSIH

Berikut ini merupakan foto-foto kegiatan kerja bakti yang dilakukan pada hari Jum'at :





PENANAMAN 1000 POHON DI LINGKUNGAN SEKOLAH

Berikut ini merupakan foto-foto penanaman 1000 pohon yang dilakukan oleh siswa dan guru :





KUNJUNGAN KEBUN SEKOLAH (SCHOOL GARDEN) DARI BPPT

Berikut ini merupakan foto-foto kunjungan kebun sekolah (school garden) dari BPPT :